Rabu, 30 November 2016

PEMBELAJARAN BERBASIS WEB

PEMBELAJARAN BERBASIS WEB
Aris Indro Susanto, Luluk Inawati dan Sarah Nur Fatimah
1102415004, 1102415033, 1102415042
Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Semarang

Abstrak
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam satu ruang belajar dimana peserta didik  dan sumber belajar saling berinteraksi di dalamnya. Pembelajaran merupakan suatu bantuan yang diberikan oleh pendidik supaya peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan serta wawasan yang luas maupun penguasaan materi. Dengan kata lain pembelajaran merupakan kegiatan yang membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Web adalah sebuah penyebaran informasi  melalui internet. Sebenarnya antara  www (world wide web)  dan web adalah sama karena kebanyakan orang menyingkat www menjadi web saja. Web merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari dunia internet. Melalui  web, setiap pemakai internet bisa mengakses informasi-informasi di situs web yang tidak hanya berupa teks, tetapi juga dapat berupa gambar, suara, film, animasi, dll. Sebenarnya, web merupakan kumpulan-kumpulan dokumen yang banyak tersebar di beberapa komputer server yang berada di seluruh penjuru dunia dan trehubung menjadi satu jaringan melalui jaringan yang disebut internet. Dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, maka saat ini sudah dimungkinkan dan banyak diterapkan proses belajar jarak jauh dengan menggunakan internet untuk menghubungkan  peserta didik  dan  guru. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web. Teknologi internet memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi apa saja dari mana saja dan kapan saja dengan mudah dan cepat. Informasi yang tersedia diberbagai pusat data diberbagai komputer di dunia. Selama komputer-komputer tersebut saling terhubung dalam jaringan internet, dapat kita akses dari mana saja. Dengan begitu akan memudahkan peserta didik dalam belajar. Mewujudkan pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakan materi belajar pada web untuk kemudian diakses melalui komputer web digunakan bukan hanya sebagai media alternatif pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumentasi atau informasi. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pembelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar. Dapat mendorong pembelajar untuk lebih aktif dan mandiri di dalam belajar. Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pembelajaran.

Kata kunci: Pembelajaran, berbasis, web


Pendahuluan
Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan internet untuk berbagai kepentingan di Indonesia terus berkembang. Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju ini sangat memudahkan serta meningkatkan berbagai kegiatan yang dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan  akurat. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi sekarang ini memunculkan berbagai jenis kegiatan berbasis pada teknologi tentunya, termasuk dalam bidang pendidikan. Dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, maka saat ini sudah dimungkinkan dan banyak diterapkan proses pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan internet untuk menghubungkan mahasiswa dan dosen / siswa dengan guru, melihat jadwal kuliah/ mata pelajaran, mengirimkan berkas tugas perkuliahan/ sekolah, melihat nilai, konsultasi, dan bahkan melakukan diskusi. Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam satu ruang belajar dimana peserta didik  dan sumber belajar (pendidik) saling berinteraksi di dalamnya. Pembelajaran merupakan suatu bantuan yang diberikan oleh pendidik supaya peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan serta wawasan yang luas maupun penguasaan materi yang mendalam. Dengan kata lain pembelajaran merupakan kegiatan yang membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik yang mana masih terbatas pada ruang dan waktu serta mengandalkan tatap muka (interface). Sejalan dengan perkembangan teknologi internet, banyak kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi ini.
 Untuk selanjutnya pembelajaran melalui jalur internet kita sebut sebagai pembelajaran berbasis web. Web merupakan salah satu teknologi internet yang telah berkembang sejak lama dan paling umum dipakai dalam pelaksanaan pendidikan dan latihan jarak jauh. Website merupakan kumpulan dari halaman-halaman web, gambar-gambar, video, atau bahan digital lain yang disimpan dalam web server dan dapat diakses melalui internet (http://en.wikipedia.org/ wiki/website). Web pada dasarnya adalah kumpulan informasi yang tersedia di komputer yang bisa diakses karena adanya jaringan yang tersedia di komputer tersebut. Oleh karena itu pembelajaran berbasis web bisa dilaksanakan karena adanya jaringan internet. Harus diakui bahwa pembelajaran berbasis web ini dapat terlaksana karena adanya pengembangan yang begitu pesat di tiga bidang yaitu bidang pembelajaran jarak jauh, pembelajaran dengan menggunakan teknlogi komputer, dan perkembangan yang sangat pesat dalam teknologi internet.
            Pembelajaran jarak jauh sudah dikenal begitu lama. Seperti yang sudah sering kita dengar bahwa pembelajaran jarak jauh merupakan pembelajaran yang mengutamakan kemandirian. Guru dapat menyampaikan bahan materinya kepada peserta didik tanpa harus bertatap muka langsung dalam suatu ruangan yang sama. Pembelajaran ini pula bisa dilakukan dalam waktu yang sama maupun waktu yang berbeda (http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_Jarak_Jauh). Selain itu pula dalam pembelajaran jarak jauh dikenal pula istilah e-learning. Dimana e-learning merupakan metode penyampaian yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh melalui network (jaringan). E-learning dapat dipahami sebagai metode penyampaian dengan komputer dan memanfaatkan teknologi internet yang memungkinkan para peserta didik untuk berinteraksi dengan bahan-bahan pelajaran melalui chat room atau ruang komunikasi (http://www.ica-sae.org/trainer/indonesian/p11.htm).


Pembahasan
Konsep Pembelajaran Berbasis Web 
Pembelajaran berbasis web merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs (website) yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan “Web Based Learning” merupakan sistem pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan antar muka web. Dalam pembelajaran berbasis web pengajar menyajikan materi secara online, memandu siswa melalui aktivitas kelas dalam bentuk latihan, ruang diskusi/tanya jawab, tugas, dan berinteraksi dengan teman sekelas secara online. Dalam melakukan pembelajaran berbasis web setidaknya ada 2 syarat yang harus dipenuhi. Pertama, adanya akses yang mudah dengan sumber informasi melalui internet. Hal ini sangat penting, karena tanpa adanya akses internet untuk mencari informasi maka, pembelajaran ini tidak dapat berjalan dengan lancar bahkan tidak bisa dilakukan. Dengan akses internet yang mudah dan cepat maka, pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Kedua, adanya sumber informasi yang dapat diakses. Artinya, pembelajaran ini membutuhkan sumber informasi dalam pembelajaran yang bisa diakses secara mudah dan gratis tanpa proses administrasi pengaksesan yang rumit. Dengan, terpenuhnya kedua syarat tersebut maka, pembelajaran berbasis web dapat dilakukan dengan baik dan lancar.

Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web
            Pembelajaran berbasis web apabila dirancang dengan baik dan tepat bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Selain memberikan kemudahan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan, pembelajaran ini juga memberikan kebebasan pada siswa untuk belajar mandiri. Pembelajaran berbasis web juga mengatasi antara ruang dan waktu antara pengajar dan pembelajar. Selain itu, pembelajaran berbasis web juga dapat mengembangkan dan memperkaya materi pelajaran. Dengan memanfaatkan media internet, muatan materi pelajaran yang disampaikan guru tidak hanya terpaku pada buku sumber/buku pegangan yang ada, bahkan terhadap tuntutan kurikulum yang mungkin memasung kreativitas guru dalam mengembangkan materi pelajaran untuk memperkaya wawasan pengetahuan siswanya. Dengan pembelajaran ini, siswa juga bisa menggali informasi yang dibutuhkan secara mudah.


Metode Pembelajaran Berbasis Web
            Dalam pembelajaran berbasis web dilakukan dengan menggunakan 3 metode yakni:
a.       Tatap Muka
Model ini sangat sesuai apabila diberikan pada metode awal atau untuk materi yang baru. Metode tatap muka ini diperlukan sebagai pengatar dalam pembelajaran berbasis web. Seorang pengajar sebaiknya melakukan tatap muka langsung dengan pembelajar agar mengetahui bagaimana kemampuan pembelajar dalam penguasaan penggunaan komputer. Selain itu, dalam metode tatap muka ini pengajar menjelaskan bagaimana mekanisme pembelajaran, tujuan, serta tentang apa.
b.      Virtual (Online)
Metode ini melakukan pembelajaran dalam kelas virtual. Kelas virtual yang dimaksudkan yakni melalui web yang terkoneksi dengan internet. Antara pengajar dan pembelajar tidak berada dalam satu ruang kelas.  Dalam kelas virtual ini, mereka dapat berdiskusi, mengerjakan tugas, mencari materi pembelajaran.
c.       Mandiri (Offline)
Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Seringkali orang menyalahartikan belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif, dengan ataupun tanpa bantuan orang lain. Dalam belajar mandiri, pembelajar akan berusahan sendiri dahulu untuk memahami isi pelajaran yang dibaca atau dilihatnya. Jika mengalami kesulitan, barulah pembelajar akan bertanya pada teman,guru atau orang lain.
Kemudian kaitannya pembelajaran berbasis web ini dengan blended learning adalah pada pembelajaran hendaknya tidak hanya terfokus pada sebuah basis pembelajaran/ metode pembelajaran dan alangkah baiknya untuk memadukan beberapa metode pembelajaran/ basis-basis pembelajaran yang satu dengan yang lainnya. Seperti misalnya pada pembelajaran berbasis web ini hendaknya dipadukan dengan metode pembelajaran tradisional yang mana pendidik fasilitator dan mediator jika terdapat peserta didik yang menemui permasalahan.

Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran
            Internet merupakan singkatan dari interconnection and networking merupakan sebuah jaringan global yang merupakan kumpulan dari jaringan-jaringan komputer yang ada di seluruh dunia. Internet memudahkan penggunanya untuk memperoleh informasi yang diinginkan. Perkembangan internet yang sangat pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia telah dimanfaatkan oleh berbagai pihak dalam berbagai bidang, tak terkecuali pendidikan ataupun pembelajaran. Adapun hal-hal yang difasilitasi oleh adanya internet, antara lain discovery, communication, dan collaboration. Discovery (penemuan), ini meliputi browsing dan pencarian informasi menggunakan mesin pencari (seacrh engine). Communication ( komunikasi), internet menyediakan jaringan komunikasi yang cepat dan mudan sehingga bisa digunakan untuk saling bertukar informasi. Collaboration (kolaborasi), seiring dengan meningkat internet muncul berbagai kolaborasi antarmedia elektronik baik antarinvidu maupun kelompok. Kolaborasi juga menyediakan akses pada server-server yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Peranan internet dalam pembelajaran sangat menguntungkan karena kemampuannya dalam mengolah data dengan jumlah yang sangat besar. Pemanfaatan internet dalam pembelajaran mengondisikan siswa untuk belajar mandiri, membantu siswa dalam menambah wawasannya, membantu siswa memecahkan masalah yang sedang ia hadapi (konteks pembelajaran). Selain memberikan manfaat bagi siswa, internet juga memberikan manfaat bagi pengajar antara lain : menghemat waktu proses belajar-mengajar, mengurangi biaya perjalanan, menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku),

Interaksi Tatap Muka dan Virtual
            Sekalipun adanya pembelajaran berbasis web yang memungkinkan pembelajaran dilakukan dengan virtual secara penuh, namun kesempatan itu tidak dipilih. Interaksi satu sama lain untuk dapat berkomunikasi langsung secara tatap muka masih dibutuhkan. Ada tiga alasan mengapa forum tatap muka masih di butuhkan dalam kegiatan pembelajaran ini. Alasan tersebut adalah:
a.      Perlunya forum untuk menjelaskan maksud dan mekanisme belajar yang akan dilalui bersama secara langsung dengan semua peserta didik. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran juga ditentukan oleh pemahaman peserta didik tentang apa, mengapa dan bagaimana proses belajar dan mengerjakan tugas akan berlangsung. Peserta didik perlu mengetahui keluaran dan kompetensi apa yang akan didapat setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran.
b.      Perlunya memberikan pemahaman sekaligus pengalaman belajar dengan mengerjakan tugas secara kelompok dan kolaboratif pada setiap peserta didik. Karena model pembelajaran yang dirancang menuntut kerja kelompok maka peserta didik perlu memiliki kompetensi dalam berkomunikasi. Untuk itu mengenal pribadi satu dengan yang lain perlu dilakukan secara langsung guna membangun suatu kelompok yang kokoh selama kerja. Hal ini berarti menekankan pada konteks sosialisasi antar individu yang baik dengan bekerja secara team untuk memperoleh tujuan yang sama.
c.       Perlunya memberikan pelatihan secukupnya dalam menggunakan komputer yang akan digunakan  sebagai media komunikasi berbasis web kepada setiap peserta didik. Dengan menyertakan berbagai kegiatan menggunakan komputer beserta fasilitas sistem komunikasi pendukungnya, maka setiap peserta didik harus mempunyai keterampilan mengoperasikannya. Kekurangpahaman dalam mengoperasikan peralatan tersebut sangat berdampak pada kemungkinan rendahnya partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan diskusi virtual selanjutnya. Oleh karenanya, tatap muka secara langsung dalam melatih peserta didik dalam mengoperasikan komputer dengan baik sangat diperlukan meskipun dengan mencari tutorial secara langsung di internet juga dapat dilakukan. Hal tersebut dilakukan guna menghindari kesalahpahaman peserta didik dalam memahami penjelasan yang ada di internet.

Teknologi Pendukung E-Learning
Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan teknologi. Karena itu dikenal istilah: computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; dan computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer.
Teknologi pembelajaran terus berkembang. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, teknologi yang sering dijumpai adalah kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas (audio/data, video/data, audio/video). Teknologi ini juga sering di pakai pada pendidikan jarak jauh (distance education), dimaksudkan agar komunikasi antara murid dan dosen bisa terjadi dengan teknologi e-learning ini.
Di antara banyak fasilitas internet, menurut Onno W. Purbo (1997), “ada lima aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu email, Mailing List (milis), News group, File Transfer Protocol (FTC), dan World Wide Web (WWW)”. Sedangkan Rosenberg (2001) mengkategorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning. Pertama, e-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi. Kedua, e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar teknologi internet. Ketiga, e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang menggungguli paradikma tradisional dalam pelatihan. Beberapa teknologi pendukung e-learning yakni network(jaringan)/ internet, audio, video, dan perangkat komputer.

Pengembangan Model E-Learning
Menurut Haughey (Rusman, 2007) tentang pengembangan e-learning. ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course, web centric course, dan web enhanced course.
Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana mahasiswa dan dosen sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh. Web centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampikan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini dosen bisa memberikan petunjuk pada mahasiswa untuk memmahasiswai materi perkuliahan melalui web yang telah dibuatnya. Mahasiswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, mahasiswa dan dosen lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dimahasiswai melalui internet tersebut. Web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara mahasiswa dengan dosen, sesama mahasiswa, anggota kelompok, atau mahasiswa dengan nara sumber lain. Oleh karena itu peran dosen dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan bahan perkuliahan, menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan.

Simpulan
            Pembelajaran bebasis web merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs (website) yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web atau yang dikenal juga dengan “web based learning” merupakan sistem pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan antar muka web. Dengan adanya internet juga sangat dimudahkan untuk mencari berbagai informasi yang ada di dunia, apalagi untuk para pelajar maupun guru sangat dirasakan sekali manfaatnya. Dalam pembelajaran berbasis web dapat dilakukan dengan metode tatap muka, virtual maupun mandiri. Ketiga metode itu saling berkaitan satu sama lain.


Daftar Pustaka
Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru.Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Munir. 2012. Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Bandung : ALFABETA
Mason, R. dan Rennie, F. 2009. Elearning. First Edition. Taylor Francis. London-New York. TerjemahanTeguh, W.U. 2010. Cetakan 1. Yogyakarta: Pustaka Baca
Lawanto, Oenardi. 2000. PembelajaranBerbasis Web sebagaiMetodeKomplemen Kegiatan Pendidikandan Pelatihan. Volume 9, No 1 (hal 44-58)
Sriwindarti.2009. “Manfaat Internet dalam Proses Belajar Mengajar”

0 komentar:

Posting Komentar